Domestik

Wisata Kota Taman Dipangga, Tempat Untuk Nongkrong Masyarakat Bandar Lampung

Menikmati Waktu Sore Bersama Keluarga di Taman Dipangga

image source

travelingholic.com – Wisata kota yang bisa kamu kunjungi saat sedang di kota Bandar Lampung, salah satunya ialah Taman Dipangga.

Ini merupakan ruang terbuka yang ada di dekat pusat kota. Dengan suasana yang banyak ditumbuhi pepohonan yang cukup rindang, tempat wisata ini pun menjadi tempat favorit masyarakat kota Bandar Lampung sekedar untuk nongkrong.

Bukan cuma memang tempatnya yang strategis berada di kota, namun daya tarik lainnya ialah, Taman Dipangga memiliki sejarah tersendiri bagi warga Lampung.

Lokasi Taman Dipangga

Berada di jalan Wolter Mongonsidi, Teluk Betung, Bandar Lampung. Jika dari pusat kota Bandar Lampung, kamu hanya membutuhkan waktu kurang lebih 10 menit untuk bisa sampai ke taman ini.

Untuk dapat mesuk ke lokasi, gak dipungut biaya sepeserpun, alias gratisan.

Wisata kota yang satu ini, sangat cocok untuk menikmati suasana sore, bersama keluarga, atau orang terdekat.

Jadi, disamping kita bisa menikmati suasana yang asyik bersama keluarga, kita juga bisa mengenalkan sebagian sejarah yang ada di Lampung, lewat Taman Dipangga yang memiliki nilai sejarah ini.

Sejarah Taman Dipangga

Diresmikan pada tahun 1981, dengan memiliki luas area lahan kurang lebih 800 meter persegi.

Taman Dipangga memiliki bukti sejarah berupa sebuah monumen mercusuar, atau lampu dai sebuah kapal. Yang dahulu nya merupakan salah satu benda yang terpental sebab meletusnya Gunung Krakatau pada tahun 1883.

Jadi bisa dibayangkan, betapa dahsyat nya letusan dari salah satu gunung berapi yang satu ini.

Bahkan catatan sejarah menyebutkan, benda tersebut merupakan milik dari sebuah kapal uap berau, yang terpental sejauh kurang lebih 2,5 km.

image source

Bukti sejarah lain yang bisa ditemukan di taman ini ialah, sebuah pelampung atau buoi.

Yang juga ikut terdampar di lokasi ini, dan saat ini dijadikan sebagai sebuah monumen. Yang dimana monumen tersebut dijadikan sebagai kawasan titik 0 (nol) kilometer, sebagai perhitungan jarak antar kota provinsi Lampung.

Hal Yang Disayangkan

Jika saja pemerintah kota setempat mampu menjaga aset sejarah tersebut (kapal uap berau) yang terpental akibat bencana alam letusan gunung krakatau, sebagai bukti sejarah.

Pasti hal tersebut mampu lebih menarik para wisatawan untuk dapat mengunjungi lokasi yang bersejarah ini.

Bangkai kapal tersebut hampir tidak tersisa, karena besi dan bagian – bagian kapal lainnya habis dicuri oleh sebagai oknum yang memanfaatkan besi tua tersebut untuk di komersilkan, dijual sebagai besi kiloan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *